Pejagoan — Kamis, 10 September 2026, SMA Negeri 1 Pejagoan melaksanakan kegiatan Kokurikuler Riset bagi seluruh murid kelas X. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Pejagoan tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 – 10.30 WIB. Menggugah rasa ingin tahu murid menjadi modal penting dalam melahirkan sebuah penemuan, kegiatan ini mengangkat tema “Dari Rasa Ingin Tahu Menjadi Penemuan: Mengenal Dunia Riset Bersama BRIN”. Hadir sebagai narasumber yaitu Dr. Puguh Dwi Raharjo, M.Sc. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam pemaparannya, Dr. Puguh Dwi Raharjo, M.Sc. mengenalkan kepada murid mengenai dunia penelitian dan pentingnya membangun pola pikir ilmiah. murid didorong untuk memiliki rasa ingin tahu, mampu mengajukan pertanyaan, mengamati berbagai fenomena, serta berpikir kritis dalam mencari dan mengolah informasi. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal lebih dekat dunia riset sekaligus memahami bahwa penelitian berawal dari hal sederhana, yaitu rasa ingin tahu terhadap berbagai fenomena yang terjadi di sekitar. Melalui kegiatan ini, murid diajak untuk melihat berbagai persoalan bukan sekadar sebagai sesuatu yang harus diketahui jawabannya, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat dikaji, diteliti, dan dikembangkan menjadi sebuah penemuan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif dan interaktif. Murid kelas X mengikuti pemaparan narasumber dengan antusias. Kehadiran narasumber dari BRIN memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi murid karena mereka dapat memperoleh wawasan secara langsung dari pihak yang berkecimpung dalam dunia riset dan inovasi.
Kokurikuler riset bersama BRIN menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan pengalaman bermakna bagi murid SMA Negeri 1 Pejagoan. Dari sebuah pertanyaan sederhana dan rasa ingin tahu, murid belajar bahwa sebuah penemuan dapat lahir melalui proses yang panjang, sistematis, dan penuh ketekunan.
Melalui kegiatan ini, murid diharapkan mulai membangun kebiasaan untuk bertanya, mengamati, menganalisis, mencari bukti, dan menemukan solusi. Proses tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam mengembangkan kemampuan bernalar kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian murid. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan semakin tumbuh generasi muda yang tidak hanya mampu menerima informasi, tetapi juga memiliki keberanian untuk mempertanyakan, meneliti, menemukan, dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.(Red)