Info Sekolah
Senin, 22 Apr 2024
  • SMA Negeri 1 Pejagoan, Jalan Raya soka barat kilometer 4 Pejagoan, Kebumen - Kode Pos 54361 Telepon: 0287 382022 surat elektronik : smanja_1@yahoo.com
  • SMA Negeri 1 Pejagoan, Jalan Raya soka barat kilometer 4 Pejagoan, Kebumen - Kode Pos 54361 Telepon: 0287 382022 surat elektronik : smanja_1@yahoo.com

PARENTING DAY DAN RASIONALISASI PTN

Terbit : Kamis, 5 Oktober 2023 - Kategori : Kegiatan Sekolah

Pejagoan – Di era digital yang sangat memberi kemudahan arus informasi seperti sekarang ini, banyak orangtua yang mengalami kesulitan dalam mendampingi dan mendidik anak remajanya. Guna menjawab hal tersebut, SMA Negeri 1 Pejagoan mengadakan acara Parenting dan Rasionalisasi PTN bekerja sama dengan Neutron Yogyakarta pada hari Rabu, 5 Oktober 2023 dengan pembicara Veronica Febriana Dian Pertiwi, M.Psi selaku psikolog dan Drs. Imam Pujianto selaku konselor pendidikan.

Acara yang mendatangkan seluruh orang tua/wali dan siswa Kelas X, XI, dan XII tersebut dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama pukul 07.30 sampai dengan pukul 09.30 WIB, diikuti oleh siswa dan orang tua kelas X, sesi kedua dimulai pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB dengan peserta orang tua/wali dan siswa  kelas XI, dan sesi ketiga dimulai pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB dengan peserta orang tua/wali dan siswa kelas XII.

Parenting day mengusung 3 tema sekaligus. Pada sesi pertama mengusung tema Mendidik dengan Hati untuk Mencegah Pergaulan Bebas pada Anak dan Rasionalisasi PTN Sejak Dini. Sesi kedua mengusung tema Mendidik dengan Hati untuk Mencegah Kekerasan pada Anak dan Rasionalisasi PTN Sejak Dini. Sedangkan sesi ketiga mengusung tema Sinergi Orang Tua dan Anak Meraih Sukses Melalui Rasionalisasi PTN.

Acara parenting day dibuka secara langsung oleh komite sekolah dan Kepala SMA Negeri 1 Pejagoan. Dalam sambutannya saat pembukaan sesi pertama, H. Zubair Syamsu, S.Sos selaku Ketua Komite SMA Negeri 1 Pejagoan mengungkapkan bahwa akan dipaparkan proses untuk menjadi sukses. Adanya kegiatan ini diharapkan bisa membangun kesadaran siswa untuk menghindari pergaulan bebas. Selain itu, beliau juga mengungkapkan bahwa SMA Negeri 1 Pejagoan adalah sekolah umum tapi seperti sekolah kejuruan karena ada program kewirausahaan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sriyanto, S.H., M.H., M.M. selaku Wakil Komite sekolah. Dalam sambutannya di sesi dua dan tiga, beliau mengungkapkan, “SMA Negeri 1 Pejagoan adalah sekolah berwawasan wirausaha. Jangan takut untuk berwirausaha karena penghasilannya tinggi.”

Selain hal tersebut beliau juga mengungkapkan bahwa beberapa hari yang lalu baru dari Pekalongan untuk mencarikan peluang belajar membatik bagi anak-anak SMA Negeri 1 Pejagoan. Komite sekolah siap mendukung SMA Negeri 1 Pejagoan dari sisi manapun.

Selanjutnya, Kepala SMA Negeri 1 Pejagoan, Erna Umu Nurlaela, S.Pd., M.Eng., dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih kepada seluruh orang tua/wali siswa yang sudah hadir dalam acara Parenting Day. “Kami menghadirkan dua Narasumber hebat agar bisa bersinergi selepas lulus dari SMA Negeri 1 Pejagoan. Inti dari acara ini adalah membuat putra dan putri bapak ibu sukses di kemudian hari. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan ke depannya setelah lulus dari bangku SMA. Mudah-mudahan acara ini bisa menginspirasi bagi kita semua,” ungkap beliau.

Sesi inti parenting disampaikan oleh Veronica Febriana Dian Pertiwi, M.Psi. Disampaikan bahwa dalam mendampingi anak harus ada hak dan kewajiban. Pola asuh anak harus dilakukan secara bersama-sama antara ayah dan ibu. Pola asuh anak adalah kewajiban orang tua jadi tidak boleh diwakilkan. Selain itu, pola pendidikan anak juga menjadi tanggung jawab orang tua agar bisa menjadi guru yang utama bagi anaknya. Hal tersebut tercermin saat dialog dengan para siswa. Saat siswa ditanya siapa role model mereka, para siswa menjawab artis korea ataupun tokoh yang sering mereka lihat lewat sosial media atau media online.  Oleh karena itu, orang tua harus bisa jadi contoh bagi anaknya.

Pola pengasuhan yang baik semestinya menjadikan orang tua memiliki kendali dalam pengasuhan anak khususnya remaja. Bukan bermaksud otoriter, tetapi mengarahkan anak agar tidak salah jalan. Hal yang tidak kalah penting yaitu pendampingan anak dengan ideal yang mengedepankan pendampingan ramah anak. Hindari kekerasan pada anak baik fisik, mental maupun secara seksual.

Untuk mendapatkan pola asuh anak yang baik, harus diawali dari sikap saling terbuka antara orang tua dan anak sehingga mereka merasa nyaman untuk bercerita dengan orang tuanya tanpa adanya rasa takut. Buat anak merasa nyaman tinggal di rumah agar tidak mencari kenyamanan di luar rumah karena dapat memicu anak terjerumus pada pergaulan bebas.

Permasalahan lain yang banyak dikeluhkan orang tua pada anak-anak yaitu, kecanduan HP yang pemicu terbesar emosi negatif karena menyajikan konten yang mencuci pikiran. HP mempunyai radiasi yang dapat merusak otak bagian depan. Radiasi HP bahkan jauh lebih cepat merusak otak dari pada narkoba. Terganggunya otak bagian depan dapat memicu kecemasan, ketergantungan, dan emosi negatif. Oleh karena itu, dalam menggunakan smart phone harus smart, jangan sampai dikendalikan oleh HP.

Dalam sesi tanya jawab yang pertama, salah satu orang tua siswa mengeluhkan anaknya yang selalu bermain HP dengan alasan belajar dan mengerjakan tugas. Ibu Veronica menjelaskan bahwa orang tua sebaiknya jangan pernah memarahi anak yang sedang bermain HP. Munculkan rasa saling percaya antara anak dengan orang tua. Akan lebih baik orang tua mendampingi anak dalam bermain HP dari pada memarahinya. Pendampingan ini dilakukan sebagai kontrol agar anak tidak membuka konten yang negatif.

Pada sesi yang berbeda, salah satu orang tua menanyakan tentang pola asuh anak yang cenderung tertutup atau pendiam. Dijelaskan bahwa pola asuh untuk anak yang tertutup dan pendiam yaitu dengan keterbukaan orang tua dan anak. Buat anak agar merasa nyaman dengan orang tuanya dan yang terpenting orang tua harus sering mengajak ngobrol anak.

Sesi berikutnya diisi oleh Drs. Imam Pujianto selaku konselor pendidikan. Beliau memaparkan tentang persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri sejak dini. Ada 3 jalur yang dapat ditempuh untuk masuk ke PTN. Jalur yang pertama yaitu SNBP (jalur prestasi) yang memiliki kuota 40%, jalur kedua yaitu SNBT (jalur tes) yang memiliki kuota 40?n jalur mandiri yaitu jalur tes yang diselenggarakan secara mandiri oleh PTN dengan kuota hanya 20%. Dari hal tersebut perlu adanya persiapan dan strategi agar bisa diterima di PTN yang diinginkan. Dalam kesempatan ini juga diadakan simulasi menggunakan aplikasi yang dimiliki oleh Neutron Yogyakarta dalam memilih PTN dengan mengggunakan nilai rapor. Dengan aplikasi ini, siswa akan lebih terarah dalam menentukan jurusan dan PTN bukan hanya sekedar keinginan semata.

Dengan terselenggaranya acara Parenting Day dan Rasionalisasi PTN ini diharapkan akan lebih terjalin hubungan yang lebih erat antara orang tua dengan anaknya. Pola asuh yang tepat dan suasana rumah yang menyenangkan diharapkan dapat menghindarkan anak dari pergaulan bebas dan bahaya lain dari lingkungan luar rumah maupun dari sosial media. Efek dari hal tersebut diharapkan prestasi akademik maupun nonakademik siswa juga akan mengalami peningkatan. Pada akhirnya, dengan adanya peningkatan prestasi dan strategi yang tepat dalam memilih PTN akan lebih banyak lagi siswa SMA Negeri 1 Pejagoan yang diterima di PTN sesuai dengan minat dan keinginannya. (Red)

 

#sesarengansmanjateruji

#smanjahebat

#cabdin9hebat

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar