0-0x0-0-0#Pejagoan (1/9) – SMA Negeri 1 Pejagoan kembali melaksanakan kegiatan kokurikuler dalam rangka Penguatan Literasi dan Numerasi bagi seluruh murid kelas X. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Pejagoan dan berlangsung mulai pukul 07.45 sampai dengan 09.35 WIB. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh seluruh murid hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi murid sebagai keterampilan penting yang tidak hanya dibutuhkan dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, murid diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi dan data yang diperoleh.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMA Negeri 1 Pejagoan, Ibu Siti Aisiyah Nurhayati, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan sungguh-sungguh.
Beliau juga menekankan bahwa materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut hendaknya tidak hanya didengarkan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, para murid merupakan generasi yang nantinya akan berperan penting dalam mengisi dan menentukan kesuksesan dunia di masa mendatang. Oleh karena itu, kemampuan literasi dan numerasi menjadi bekal penting yang perlu terus dikembangkan sejak dini.
Setelah sambutan kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber, Bapak Hendri Unduh N., M.Pd. Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dan komunikatif. Untuk menjaga perhatian serta meningkatkan konsentrasi murid, narasumber beberapa kali menyelingi kegiatan dengan ice breaking. Hal tersebut membuat suasana kegiatan menjadi lebih menyenangkan sekaligus membantu murid tetap fokus mengikuti materi.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kemampuan literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca. Terdapat beberapa tahapan dalam proses literasi, yaitu membaca, memahami, menginterpretasikan, meredefinisi makna tersirat dan tersurat, serta menganalisis. Setiap tahapan tersebut memiliki peran penting agar seseorang tidak sekadar membaca informasi, tetapi mampu memahami dan mengolah informasi secara lebih mendalam.

Kemampuan membaca menjadi tahap awal dalam memperoleh informasi. Selanjutnya, murid perlu memahami isi informasi, menginterpretasikan makna yang terkandung di dalamnya, kemudian mampu menemukan atau meredefinisi informasi yang tersurat maupun tersirat. Tahap berikutnya adalah menganalisis informasi secara kritis sehingga murid dapat membedakan informasi yang relevan, memahami hubungan antarinformasi, dan menghasilkan kesimpulan yang tepat.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, murid kelas X SMA Negeri 1 Pejagoan mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Penguatan literasi dan numerasi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membentuk murid yang kritis, cakap dalam mengolah informasi, mampu bernalar, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Selain itu, Dengan kemampuan membaca secara kritis, memahami informasi, menganalisis persoalan, dan menggunakan data secara tepat, murid diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia. Literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan akademik, melainkan bekal kehidupan. (Red)