Pejagoan–SMA Negeri 1 Pejagoan sukses melaksanakan kegiatan Pengambilan Badge bagi anggota Pramuka dan anggota PMR pada Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh anggota baru, siswa kelas X ini merupakan syarat untuk mendapatkan identitas sebagai Pramuka Penegak atau PMR Wira di Pangkalan SMAN 1 Pejagoan. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan momen penting dalam pembentukan karakter, peningkatan kompetensi dan merupakan salah satu bentuk pelatihan kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa kebersamaan bagi para peserta.
Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan upacara pembukaan dengan pembina Betri Ngestiana S.Pd., asisten wakil kepala sekolah Bidang Kesiswaan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan ini. Beliau berharap bahwa pengambilan badge bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi penanda kesiapan peserta untuk menjadi pemuda-pemudi yang tangguh, berkarakter, dan bertanggung jawab. Lebih lanjut, beliau menyampaikan untuk seluruh peserta baik yang memilih ektrakurikuler Pramuka maupun PMR agar menjadi generasi yang mampu memegang teguh kehormatan sesuai dengan Dasa Darma, Tri Satya, Tujuh Prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
Dalam kegiatan pengambilan badge Pramuka, disediakan berbagai pos yang fokus pada keterampilan kepramukaan dan kerja sama tim. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah dan dirancang untuk menguji mental, fisik, dan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya. Puncak acara ditandai penyematan badge Ambalan, simbol resmi pengakuan sebagai bagian integral dari keluarga besar Pramuka SMAN 1 Pejagoan

Selain kegiatan pengambilan badge Pramuka, anggota PMR Abdi Wiratama juga melaksanakan Pengambilan Badge sekaligus pengisian SKT. Tidak berbeda jauh dengan Pramuka, kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana penguasaan materi kepalangmerahan yang telah mereka pelajari, mulai dari pertolongan pertama, kesehatan remaja, hingga kesiapsiagaan bencana.
Pengisian SKT merupakan tahapan untuk memastikan setiap anggota memiliki kompetensi dasar yang dibutuhkan sebagai relawan muda. Mereka diuji dalam skenario simulasi penanganan korban dan praktik pertolongan pertama, mencerminkan komitmen PMR untuk selalu siap berbakti demi kemanusiaan.
Kegiatan berakhir pada pukul 15.30 WIB yang ditandai apel penutupan dan doa bersama dengan pembina Elin Marlina, S.Pd. Beliau berpesan bahwa adanya badge di tangan peserta melambangkan bahwa sang pemilik siap dan berani untuk memikul tanggung jawab dan janji yang telah disepakati. Menjadi pribadi yang berani karena benar dan setia terhadap kewajiban sebagai anggota Pramuka, dan bentuk kepedulian terhadap sesama serta bergerak cepat dalam menolong tanpa mengharap balasan sebagai anggota PMR.
Dengan terlaksananya kegiatan pengambilan badge ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas anggota organisasi ekstrakurikuler, tetapi juga mencetak kader-kader muda yang siap berkontribusi positif bagi sekolah dan masyarakat serta menumbuhkan semangat pengabdian, kepemimpinan, dan solidaritas. (Red)