Pejagoan – Memeriahkan HUT ke 35, OSIS SMA Negeri 1 Pejagoan menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang diberi nama Moana Fest. Rangkaian kegiatan mulai hari Rabu, 30 April 2025 diawali dengan Moana Run, Panggung TTS spesial, dan lomba Kitchen Band. Dalam beberapa hari ke depan menuju puncak acara tanggal 5 Mei 2025, semua guru, karyawan, dan siswa akan terlibat langsung guna ikut memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan.

Dilepas langsung oleh kepala sekolah, Erna Umu Nurlaela, S.Pd., M.Eng, peserta Moana Run akan berlari sejauh 3,5 km dengan start dan finis di SMA Negeri 1 Pejagoan mulai pukul 06.00 WIB. Mereka akan berlari mengelilingi lingkungan sekolah sesuai rute yang sudah ditentukan oleh panitia. Dalam kegiatan ini, peserta Moana Run dibagi menjadi 3 kelas yaitu pace 7, pace 8, dan pace 9. Pengelompokan ini berdasarkan kemampuan berlari yang berbeda. Kelompok pace 7 memiliki kemampuan berlari 7 menit per 1 Km, pace 8 dengan kemampuan berlari 8 menit per 1 Km, dan pace 8 memiliki kemampuan berlari 9 menit per 1 Km. Setiap pace didahului pelari pacer agar peserta lari semakin semangat dan sesuai dengan pace masing-masing.

Setelah mengikuti Moana Run, seluruh siswa berkumpul di lapangan untuk pembagian doorprize serta menyaksikan tampilan spesial dari kelas XI.B, XI.D, dan XI.E dalam kegiatan Panggung TTS (Tidak Takut Salah). Sebagai penampil pertama, kelas XI.B menyuguhkan tari dolanan Jawa dan drama Tujuh Belas. Selanjunya, kelas XI.D menampilkan tari kreasi lagu daerah, Bollywood, dan Goyang Upin Ipin. Sebagai penutup, Kelas XI.E menyuguhkan tampilan Istimewa tarian tradisional, Barongsai dan Liong beserta atraksinya serta diakhiri dengan dance.

Berlanjut ke agenda selanjutnya yaitu lomba Kitchen Band. Lomba ini diikuti oleh seluruh perwakilan kelas X dan kelas XI. Lomba kitchen Band ini merupakan lomba yang mengasah kreatifitas siswa karena mereka dituntut menampilkan lagu daerah dengan iringan peralatan dapur. Penampilan spektakuler yang disuguhkan para peserta benar-benar membuat dewan juri terkesima. Mereka mampu mengaransemen lagu daerah dengan baik meskipun menggunakan alat yang sederhana. Selain itu, kostum yang mereka gunakan juga begitu beragam sesuai dengan tema lagu yang akan dibawakan. (Red)
Tinggalkan Komentar