Pejagoan — SMA Negeri 1 Pejagoan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Menapaki Jejak Sang Teladan, Menyemai Cahaya dalam Kehidupan” ini diikuti oleh seluruh murid, guru, dan karyawan SMA Negeri 1 Pejagoan.
Rangkaian acara diawali dengan program “One Day One Egg”. Program ini berupa pengumpulan satu butir telur dari setiap warga sekolah untuk disalurkan kepada murid dan warga di sekitar lingkungan sekolah yang membutuhkan.

Selanjutnya, acara inti dilaksanakan pukul 07.00-08.30 WIB. Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Pejagoan, Ibu Siti Aisiyah Nurhayati, S.Sos., berharap kegiatan sedekah ini dapat menjadi amal jariyah yang berkelanjutan. Beliau menekankan bahwa program sedekah dan Jumat Berkah bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian sosial sebagai wujud meneladani Rasulullah. Selain itu, beliau juga mengingatkan para murid untuk terus mengejar prestasi tanpa kehilangan sikap rendah hati.

Suasana khidmat berlanjut pada sesi tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Adam Surya, S.E. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan akan pentingnya rasa syukur. Beliau juga berpesan kepada murid kelas XII bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh usaha manusia, tetapi juga oleh keberkahan dari Allah SWT. Oleh karena itu, beliau mengimbau para murid agar tidak sombong dan selalu memulai kegiatan dengan membaca basmallah.
Tidak hanya itu, Ustadz Adam juga mengisahkan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Beliau berharap murid mampu meneladani semangat juang Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai penutup tausiahnya, beliau turut menyampaikan keutamaan memperbanyak sholawat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai penanda peringatan ulang tahun ke-6 Hadroh An-Najah SMA Negeri 1 Pejagoan. Setelah itu, seluruh sesi utama ditutup secara khusyuk melalui doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Adam Surya, S.E.
Sementara itu, di ruang kelas XII F, berlangsung kegiatan Aksiku-Takwa berupa pendalaman Alkitab bagi murid Nasrani di bawah bimbingan Bapak Pnt. Sri Raharjo, S.Pd. yang mengkaji renungan berdasarkan Filipi 2:3. Firman tersebut mengingatkan agar umat tidak merendahkan diri secara berlebihan hingga kehilangan harga diri, melainkan melatih hati agar tidak egois. Pesan moral ini selaras dengan semangat keteladanan yang diusung dalam peringatan Maulid Nabi tahun ini.
Semangat kebersamaan makin terasa saat memasuki rangkaian kegiatan lomba antarkelas. Di lapangan sekolah, digelar lomba parade busana muslim yang diikuti perwakilan dari setiap kelas. Para murid menampilkan kreativitas melalui berbagai busana muslim, baik untuk putra maupun putri. Menariknya, sebagai wujud nyata toleransi beragama di SMA Negeri 1 Pejagoan, murid beragama Nasrani turut memeriahkan kegiatan dengan menampilkan busana yang merepresentasikan pemimpin agama Kristiani. Momen ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa kebersamaan dan toleransi dapat tumbuh dalam keberagaman.
Semangat kebersamaan tersebut kemudian berlanjut dalam lomba paduan suara yang berlangsung meriah di aula sekolah. Setiap kelas berpartisipasi dengan membawakan lagu Mars MTQ. Setelah itu, rangkaian perlombaan dilanjutkan dengan lomba kaligrafi yang dilaksanakan di masing-masing kelas. Dalam kegiatan tersebut, seluruh murid, dengan pendampingan wali kelas, menuliskan lafaz “Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam”.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMA Negeri 1 Pejagoan bukan sekadar serangkaian acara seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Kebersamaan yang terjalin antara murid beragama Muslim dan Nasrani menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati dan bekerja sama. Melalui semangat toleransi, kepedulian dan kebersamaan dalam keberagaman tersebut, diharapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus tumbuh dan menjadi karakter yang melekat pada seluruh warga SMA Negeri 1 Pejagoan. (Red)