Pejagoan—SMA Negeri 1 Pejagoan kembali melaksanakan kegiatan kokurikuler bagi siswa kelas X melalui sosialisasi projek kolaborasi antarmapel. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026 ini bertempat di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas X.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif. Mengintegrasikan beberapa mata pelajaran, yaitu Kimia, Biologi, Fisika, dan Ekonomi, projek kolaborasi ini mengajak siswa untuk melihat keterkaitan berbagai konsep mata pelajaran dalam penerapannya pada kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi menghadirkan guru mata pelajaran pengampu sebagai narasumber, yaitu Bapak Agus Salim Purwanto, S.Pd., Ibu Sunariyah, S.Pd., dan Ibu Novi Yuniarti, S.Pd. Ketiga narasumber memberikan pemahaman kepada siswa mengenai tahapan dan konsep yang akan digunakan dalam pelaksanaan projek.
Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah “Penerapan Kimia Hijau dalam Produksi Sabun Cuci Tangan Antiseptik.” Melalui materi ini, siswa diperkenalkan pada konsep kimia hijau serta pentingnya menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam proses pembuatan suatu produk.
Projek tersebut tidak hanya menekankan aspek kimia dalam proses produksi sabun cuci tangan antiseptik, tetapi juga mengajak siswa memahami keterkaitannya dengan bidang Biologi, Fisika, dan Ekonomi. Dari aspek Biologi, siswa dapat mempelajari kaitan produk dengan kebersihan dan kesehatan. Sementara itu, aspek Fisika dapat diterapkan dalam memahami karakteristik bahan maupun proses pembuatan produk. Dari sisi Ekonomi, siswa dapat belajar mengenai perhitungan biaya produksi, nilai guna, hingga potensi pengembangan produk menjadi sebuah usaha.
Dengan adanya kolaborasi antarmata pelajaran ini, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam sebuah projek nyata. Kegiatan ini sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemandirian siswa dalam menyelesaikan permasalahan dan menghasilkan sebuah produk.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan sosialisasi berlangsung. Mereka mengikuti penjelasan narasumber dengan tertib dan mendapatkan gambaran mengenai projek yang akan dilaksanakan pada tahap berikutnya. Melalui projek kolaborasi ini, SMA Negeri 1 Pejagoan terus berupaya menciptakan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan menggembirakan. Selain itu, projek koaborasi ini juga memberikan pengalaman kepada siswa untuk menghubungkan berbagai disiplin ilmu dalam menghasilkan karya yang bermanfaat dan ramah lingkungan.(Red)